Demo Day FISIPOL: Dari Ide Bisnis ke Solusi Sosial
fisipol.unesa.ac.id. SURABAYA, 21 Mei 2025 — Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) mendadak semarak pada dua hari terakhir. Pelaksanaan Demo Day yang menjadi bagian dari mata kuliah Kewirausahaan Program Studi Administrasi Negara mengubah gedung I-8 tersebut menjadi dinamis. Kegiatan ini menghadirkan pameran ide-ide bisnis mahasiswa yang tak hanya inovatif secara produk, tapi juga mengandung nilai-nilai sosial di dalamnya.
Puluhan kelompok mahasiswa mempresentasikan proyek kewirausahaan mereka, mulai dari produk ramah lingkungan, olahan makanan sehat, hingga solusi berbasis pemanfaatan limbah. Di balik semua itu, ada tujuan yang mendasari semua itu. Tujuannya adalah agar mereka bisa menghasilkan ide dan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tapi juga memberi solusi bagi permasalahan sosial.
Melda Fadiyah Hidayat, S.AP., MPA., dosen kewirahusahaan AN menjelaskan bahwa biasanya mahasiswa cenderung memilih jenis bisnis berupa makanan atau minuman. Namun, tahun ini para dosen mengarahkan mereka untuk berpikir lebih luas, yakni dengan mempertimbangkan masalah sosial apa yang bisa mereka bantu selesaikan melalui ide bisnis yang dikembangkan. Bersama tiga dosen lainnya antara lain, Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA., Lili Nur Indah Sari, S.Sos., MSW., beserta Adam Jamal, S.IP., M.P.A.
![]() "Healthy Cookies Gissbites" salah satu hasil karya kelompok di Demo Day |
Kegiatan ini terbagi dalam beberapa sesi presentasi dari kelompok-kelompok mahasiswa lintas kelas. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan produk mereka dan menyampaikan nilai sosial di balik ide bisnisnya. Produk-produk seperti PatchBags, Recoffe Bar, WoodCo Briket, hingga Eggsotic Brownies. Fokus utamanya adalah bagaimana mahasiswa mengidentifikasi isu, merancang solusi, dan mengkomunikasikannya dengan efektif.
Dalam penjelasannya, dosen AN tersebut juga membedakan antara output, outcome, dan impact dari kegiatan ini. Menurutnya, output adalah produk yang mereka ciptakan. Outcome-nya bisa berupa inspirasi yang ditularkan ke orang lain. Sedangkan impact adalah dampak jangka panjang, misalnya ketika mahasiswa lulus, mereka sudah punya bekal untuk terjun ke dunia kerja atau membangun usaha sendiri.
“Harapannya, kegiatan seperti ini terus menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan di lingkungan FISIPOL, karena rasa penasaran menandakan adanya nilai dan daya tarik. Semangat dan inspirasi dari kegiatan ini juga diharapkan menular, tidak hanya kepada peserta, tetapi juga kepada orang di sekitarnya yang mungkin ingin terlibat atau mendukung,” ungkapnya menutup wawancara pada siang itu. Ke depannya, Demo Day diharapkan menjadi proyek akhir mata kuliah sekaligus ruang latihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepedulian sosial, dan kesiapan profesional.
Penulis: Gaby
Editor: Lifia
Share It On:
