Bangun Keputusan Objektif, FISIPOL UNESA Perkuat Pemahaman Benturan Kepentingan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA) terus memperkuat pembangunan Zona Integritas
melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Benturan Kepentingan
yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025 di Gedung I6 Srikandi FISIPOL
UNESA. Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, koordinator program studi,
dosen, tenaga kependidikan, serta Tim Zona Integritas sebagai bagian dari
penguatan Area Pengawasan
Benturan kepentingan dipahami sebagai kondisi
ketika kepentingan pribadi, keluarga, relasi, atau pihak tertentu berpotensi
memengaruhi independensi dan objektivitas dalam menjalankan tugas jabatan.
Situasi ini tidak selalu berbentuk pelanggaran langsung, tetapi dapat menjadi
risiko apabila tidak dikelola dengan baik. Dalam konteks perguruan tinggi,
potensi benturan kepentingan dapat muncul pada proses rekrutmen, promosi
jabatan, penilaian kinerja, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan hibah
penelitian, hingga pelayanan akademik kepada mahasiswa
Dalam kegiatan sosialisasi, pimpinan fakultas
menegaskan bahwa pencegahan benturan kepentingan merupakan bagian penting dari
tata kelola yang profesional dan akuntabel. Keputusan yang diambil harus bebas
dari pengaruh kepentingan pribadi dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan
institusi serta pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap unsur organisasi
perlu memahami bentuk, risiko, serta mekanisme pengendalian benturan
kepentingan secara komprehensif
Materi yang disampaikan mencakup definisi dan
ruang lingkup benturan kepentingan, contoh kasus kontekstual di lingkungan
akademik, mekanisme pencegahan, prosedur pelaporan, serta perlindungan pelapor.
Ditekankan pula pentingnya integrasi kebijakan benturan kepentingan ke dalam
standar operasional prosedur dan sistem pengawasan internal. Dengan pendekatan
ini, pengendalian tidak hanya bersifat normatif, tetapi melekat dalam proses
kerja sehari-hari
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan
berbagai praktik yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Peserta
menyampaikan masukan mengenai perlunya penyederhanaan SOP agar lebih mudah
dipahami, penguatan pelatihan manajemen risiko di tingkat unit kerja, serta
optimalisasi sistem digitalisasi layanan sebagai bagian dari transparansi
proses
Sebagai tindak lanjut, FISIPOL UNESA akan
mengintegrasikan pengendalian konflik kepentingan dalam manajemen risiko,
melaksanakan monitoring dan evaluasi berkala, serta memperkuat kanal pelaporan
yang aman dan akuntabel. Langkah ini memastikan bahwa setiap kebijakan dan
keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan prinsip integritas,
objektivitas, dan profesionalitas
Melalui kegiatan ini, FISIPOL UNESA menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang bebas dari konflik kepentingan. Penguatan pemahaman benturan kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Zona Integritas yang substantif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan tinggi yang bersih dan melayani. Komitmen ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals poin 4 (SDG 4) Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu. Tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas merupakan prasyarat utama dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang profesional dan kredibel, sehingga FISIPOL UNESA turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan pendidikan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Share It On: