UNESA Menuju Tata Kelola Unggul: Disertasi Ungkap Dinamika Implementasi PTN-BH
fisipol.unesa.ac.id.,Surabaya, 24 Juli 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA kembali mencatatkan prestasi akademik melalui salah satu dosennya, Meirinawati, M.AP. Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara tersebut berhasil meraih gelar Doktor dari Program S3 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, setelah mempertahankan disertasi berjudul “Implementasi Kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dalam Mewujudkan Good University Governance di Universitas Negeri Surabaya”.
Penelitian ini menyoroti peran transparansi yang telah diterapkan UNESA, antara lain dalam bentuk keterbukaan laporan keuangan, rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan, hingga pengelolaan kebijakan melalui kanal digital. “Semua informasi disampaikan secara terbuka. Siapa pun bisa mengaksesnya, termasuk masyarakat luar,” jelasnya. Pemanfaatan kanal digital seperti SSO, e-office, dan media sosial dinilai memperkuat kepercayaan publik dan mendukung sistem informasi yang terintegrasi.
Menurutnya, transformasi menjadi PTN-BH bukan sekadar perubahan administratif, tetapi langkah besar untuk membangun manajemen yang lebih transparan, akuntabel, efisien, adil, dan otonom. Dalam paparannya, Dr. Meirinawati menekankan pentingnya komunikasi sebagai kunci utama dalam proses ini. Ia menyampaikan bahwa komunikasi yang aktif dan terbuka mampu menjembatani eksistensi internal dan mengurangi persepsi negatif terhadap kebijakan. Ia juga mengatakan bahwa komunikasi itu penting karena bisa menjembatani eksistensi internal. Komunikasi yang terbuka dan aktif dapat menghilangkan persepsi negatif terhadap kebijakan PTN-BH.
Selain itu, Dr. Meirinawati menyoroti bagaimana UNESA mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program insentif seperti SAKU dan SIMIA UNESA, program publikasi ilmiah One Lecturer One Scopus, serta fleksibilitas birokrasi seperti pertukaran dosen antarprodi. UNESA juga dinilai berhasil membangun kampus yang inklusif, terbukti dari komitmennya dalam penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas dan pencapaian dalam pemeringkatan kampus ramah disabilitas.
Sebagai bagian akhir dari penelitiannya, ia merumuskan sebuah model rekomendasi tata kelola berbasis komunikasi yang efektif, pendanaan yang memadai, komitmen sivitas akademika, serta birokrasi yang adaptif terhadap perubahan. “Implementasi PTN-BH membutuhkan sinergi dari semua elemen universitas agar bisa berjalan dengan efektif dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Meirinawati menegaskan.
Melalui riset ini, perjalanan UNESA sebagai PTN-BH tergambarkan sebagai proses strategis yang tidak hanya berfokus pada struktur kelembagaan, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada kualitas. UNESA pun diyakini semakin siap melangkah sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Penulis: Gaby
Editor: Lifia
Share It On: