Mahasiswa Baru FISIPOL UNESA Kenali Program Studi dan Kelas Internasional pada Hari Ketiga PKKMB 2026
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Hari ketiga rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIPOL UNESA diisi dengan kegiatan pengenalan program studi dan sosialisasi kelas internasional yang dilaksanakan di masing-masing program studi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, kurikulum pembelajaran, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi yang dapat diikuti selama masa perkuliahan.
Dalam sesi sosialisasi kelas internasional, mahasiswa baru memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembelajaran, persyaratan, hingga berbagai manfaat yang dapat diperoleh melalui program tersebut. Ketua Tim Internasionalisasi FISIPOL UNESA 2026, Dr. Lidya Lestari Sitohang, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa tidak terdapat perbedaan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara mahasiswa kelas internasional dan kelas reguler.
“Untuk kelas internasional tidak ada penambahan UKT, masih sama dengan kelas reguler,” jelasnya di hadapan para mahasiswa baru.
Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa yang ingin bergabung dalam kelas internasional tidak harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sempurna sejak awal. Menurutnya, kelas internasional merupakan wadah untuk belajar dan berkembang bersama sehingga mahasiswa tidak perlu merasa ragu untuk mencoba.
“Untuk masuk ke kelas internasional tidak harus fasih berbahasa Inggris terlebih dahulu. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan berkembang,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa baru juga mendapatkan gambaran langsung mengenai pengalaman mengikuti kelas internasional melalui sesi testimoni yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa angkatan 2025, Arimbi. Ia menjelaskan bahwa komunikasi di dalam kelas berlangsung secara bilingual sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan interaktif.
“Komunikasi dengan teman sekelas menggunakan bahasa bilingual. Jadi tidak perlu khawatir jika belum sepenuhnya lancar berbahasa Inggris karena dosen juga memberikan pemakluman dan pembelajaran berlangsung sangat interaktif,” tuturnya.
Arimbi menambahkan bahwa mahasiswa kelas internasional juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk saat kampus menerima kunjungan atau kolaborasi dengan tamu dari luar negeri. Menurutnya, program ini menjadi peluang yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan jejaring global.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Fadhillah Sri Meutia, S.Sos., M.A. yang menjelaskan mengenai orientasi pembelajaran bilingual di lingkungan kelas internasional. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa proses pembelajaran dirancang dengan komposisi sekitar 70 persen menggunakan bahasa Inggris dan 30 persen menggunakan bahasa Indonesia.
Beliau juga menegaskan bahwa UNESA berkomitmen menjadi ruang pengembangan kompetensi global bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa baru yang sedang mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia internasional.
“UNESA adalah wadah bagi sivitas akademika, termasuk mahasiswa, untuk dapat menumbuhkembangkan kompetensi global,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengenalan program studi dan sosialisasi kelas internasional ini, mahasiswa baru diharapkan semakin memahami berbagai peluang akademik yang tersedia di FISIPOL UNESA. Selain mengenal lingkungan program studi masing-masing, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya penguasaan kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung secara internasional.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran yang berorientasi global dan penguatan kompetensi mahasiswa. Selain itu, program kelas internasional juga sejalan dengan SDGs poin 17, Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena mendorong kolaborasi akademik internasional dan memperluas jejaring global bagi mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Penulis: ANA
Editor: IF
Share It On: