Lima Prodi FISIPOL UNESA Ikuti Visitasi Akreditasi Internasional ACQUIN
fisipol.unesa.ac.id., Surabaya—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat rekognisi internasional melalui visitasi akreditasi internasional oleh Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute (ACQUIN) yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 29–30 Januari 2026.
Sebanyak lima program studi di lingkungan Fisipol, yakni S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Pendidikan Sejarah, S-1 Sosiologi, S-1 Pendidikan IPS, dan S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), mengikuti rangkaian asesmen tersebut. Hari pertama (Kamis, 29 Januari 2026) difokuskan pada sesi pemaparan dan klarifikasi dokumen di Lantai 9 Gedung Rektorat Unesa Kampus II, Lidah Wetan, sementara hari kedua dilanjutkan dengan asesmen lapangan di Gedung Fisipol, Kampus Unesa I Ketintang.
Tim asesor ACQUIN yang berbasis di Jerman meninjau fasilitas pendukung pembelajaran serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Fisipol Unesa. Asesmen dilakukan secara komprehensif dengan mencakup evaluasi kurikulum, tata kelola dan kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia, penelitian dan publikasi, internasionalisasi, hingga sistem penjaminan mutu internal sebagai indikator pemenuhan standar pendidikan tinggi global.
Dekan FISIPOL UNESA, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., menyampaikan bahwa kesiapan akreditasi ini merupakan hasil persiapan selama dua tahun melalui pembentukan task force lintas unit.
“Ekosistem pembelajaran, laboratorium, dan kolaborasi menjadi modal penting FISIPOL untuk memenuhi standar internasional dan mewujudkan visi bersaing di tataran global,” ujarnya.
![]() Source by: HUMAS UNESA |
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd., menegaskan bahwa akreditasi internasional merupakan langkah strategis untuk menjamin mutu pendidikan dan meningkatkan visibilitas Unesa di tingkat global.
Salah satu asesor ACQUIN dari University of Göttingen, Jerman, Prof. Fritz Schulze, menjelaskan bahwa kualitas asesmen dijamin melalui keterlibatan para pakar dari berbagai universitas dan latar keahlian.
“Penilaian dilakukan secara kolektif dan objektif berdasarkan seluruh informasi yang diperoleh selama asesmen,” terjemahnya.
Sementara itu, Alexander Zeitelhack dari Communication Consulting and Training Nuremberg, Jerman, menekankan pentingnya komitmen institusi dalam penjaminan mutu. Menurutnya, akreditasi memastikan kesesuaian antara janji institusi dan pelaksanaannya, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang jelas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Bagi mahasiswa, akreditasi menjadi jaminan bahwa seluruh bekal yang dibutuhkan untuk karier dan kesuksesan profesional diperoleh selama studi,” ujarnya.
Melalui akreditasi internasional ACQUIN, FISIPOL UNESA menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu berkelanjutan dan pendidikan tinggi yang selaras dengan standar global. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama pada aspek kualitas lulusan, relevansi kurikulum, dan pengakuan internasional institusi.
Penulis: TIM HUMAS FISIPOL dan UNESA
Editor: NRA
Share It On:
