Dosen Unesa Berpartispasi dalam Forum Internasional SDGs di Hamburg Jerman
fisipol.unesa.ac.id, Hamburg - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan eksistensinya di panggung akademik internasional, sekaligus memperkuat komitmennya dalam integrasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sebanyak empat delegasi dosen UNESA menghadiri International Symposium on Global Sustainability Education: Innovations in Digital & International Teaching yang diselenggarakan di Hamburg University of Applied Sciences (HAW Hamburg), Jerman, pada Senin dan Selasa, 1–2 Desember 2025.
Delegasi tersebut terdiri dari Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd. dan Dr. Hendri Prastiyono (Prodi Pendidikan Geografi), serta Jauhar Wahyuni, M.I.Kom. dan Tatak Setiadi, M.A. (Prodi Ilmu Komunikasi).
Pada hari pertama simposium (1/12/2025), Jauhar Wahyuni, M.I.Kom. bersama Tatak Setiadi, M.A. mempresentasikan makalah berjudul “Inclusive Student Engagement in Urban Sustainability: AI Literacy, Gender Equality, and Living Labs for Civic Innovation.”
Dalam paparannya, tim UNESA menyoroti strategi universitas dalam mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Fokus utama riset ini adalah peningkatan literasi Artificial Intelligence (AI) yang inovatif sebagai kunci untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam keberlanjutan perkotaan. Konsep Living Labs ditawarkan sebagai ruang inovasi sipil yang inklusif, memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kesetaraan akses.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua (2/12/2025) dengan presentasi dari Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd. Beliau membawakan topik krusial bertajuk “Why Trust is Not Enough? Critical AI Literacy and Behavioral Determinants of Women’s AI Engagement in Surabaya, Indonesia.”
Presentasi ini menegaskan konsistensi UNESA terhadap isu kesetaraan gender, selaras dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Dr. Bambang memaparkan hasil riset strategis mengenai kesenjangan literasi AI di kalangan perempuan muda.
Riset ini menggarisbawahi bahwa kepercayaan terhadap teknologi saja tidak cukup; diperlukan literasi AI yang kritis untuk memastikan perempuan dapat berpartisipasi penuh dan setara dalam era digital.
Pada sesi selanjutnya, Dr. Hendri Prastiyono berkolaborasi dengan Jauhar Wahyuni memaparkan materi bertajuk “Higher Education and Academic Participatory: A Pentahelix Model for Advancing Sustainability Education in Indonesia.”
Paparan ini mengintegrasikan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8. Melalui model kolaborasi Pentahelix, riset ini menawarkan solusi inovasi pendidikan tinggi yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media untuk memajukan pendidikan keberlanjutan di Indonesia.

Menutup rangkaian agenda akademik, pada tanggal 3 Desember 2025, tim delegasi melakukan kunjungan kerja ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia, Renata Siagian. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang strategis terkait kemitraan internasional di bidang pendidikan.
Diskusi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara UNESA dengan institusi-institusi pendidikan di Jerman, guna mendukung internasionalisasi lembaga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Partisipasi aktif UNESA dalam forum global ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam mengarusutamakan isu-isu keberlanjutan dan memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.
Penulis: JW
Editor: AFN
Share It On: