Bank Sampah FISIPOL Unesa: Langkah Kecil Menuju Kampus Bebas Sampah
fisipol.unesa.ac.id. SURABAYA—Di tengah meningkatnya isu pelestarian lingkungan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya menghadirkan sebuah gerakan sederhana namun berdampak nyata bagi lingkungan kampus, yaitu Bank Sampah FISIPOL. Program ini menjadi salah satu bagian dari upaya untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah di lingkungan kampus.
Bank
Sampah FISIPOL berada di bawah naungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan
bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Meskipun belum diketahui secara rinci kapan tepatnya program ini dimulai,
sejumlah informasi menyebutkan bahwa Bu Turhan Yani merupakan salah satu
inisiator pertamanya.
Saat
ini, Bank Sampah FISIPOL dikelola di bawah naungan dosen Administrasi Negara,
Lili Nur Indah Sari, S.Sos., MSW. Ketuanya adalah mahasiswa Program Studi
Sosiologi angkatan 2023, Maulidya Regina. “Saya bergabung karena posisi
ketuanya pada saat itu kosong. Ketika saya bergabung, ketua sebelumnya sudah
berangkat ke Taiwan,” tutur sang dosen mengingat awal mula
keikutsertaannya. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk
mengembangkan program ini lebih jauh.
Lebih dari sekadar tempat menampung limbah, Bank Sampah FISIPOL juga berfungsi sebagai wadah edukasi. “Bank
Sampah itu sebenarnya bisa jadi tempat kita buat latihan diri memilah sampah
organik dan nanorganik secara mandiri,” cerita Regina selaku ketua.
Beberapa jenis sampah yang diterima oleh Bank Sampah FISIPOL antara
lain, botol plastik (botol air mineral), kardus dan kertas, minyak jelantah,
serta barang-barang bekas yang masih
layak untuk dipakai. Semua sampah yang disetorkan akan dicatat sebagai bentuk
“tabungan” para nasabah Bank Sampah.
“Warga FISIPOL yang
ingin berpartisipasi dapat menyetorkan sampah secara langsung ke Bank Sampah
atau dapat menghubungi akun Instagram resmi kami di @fisipolgym_,” ungkap
Regina dengan antusias. Melalui platform tersebut, pengelola rutin membagikan
informasi mengenai jadwal operasional, panduan pemilahan sampah, hingga
kegiatan lainnya.
Perlu diketahui
bahwa Bank Sampah FISIPOL tidak buka setiap hari. “Dalam satu bulan, biasanya
tiga kali pertemuan, bisa juga hari
Jumat atau Sabtu,” tambah Regina. Hal ini juga disesuaikan dengan keberadaan
Dropbox Sampah Botol yang tersedia di sekitar lingkungan kampus. Kegiatan
pengumpulan biasanya dilakukan ketika dropbox tersebut sudah penuh.
Bank Sampah FISIPOL
membawa harapan besar yaitu, menjadikan FISIPOL sebagai fakultas yang mampu
menerapkan prinsip Zero Waste to
Landfill. Artinya, semua sampah akan dikelola sedemikian rupa agar tidak
ada yang berakhir di TPA. Meski masih menghadapi
sejumlah tantangan, seperti kurangnya informasi dan keterbatasan sumber daya,
upaya ini menjadi langkah awal yang penting
dalam membentuk kesadaran
lingkungan secara mendalam.
Keterlibatan
mahasiswa dan seluruh warga kampus sangat diharapkan untuk menjaga
keberlangsungan program ini. Setiap tindakan kecil, seperti memilah botol
plastik di ruang kelas atau menyetorkan minyak jelantah, merupakan bagian dari
kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Bank Sampah FISIPOL menjadi bukti bahwa
perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan semangat kolaborasi,
gerakan ini terus berkembang menjadi gerakan bersama menuju kampus yang lebih
hijau dan bertanggung jawab.
Penulis: Gaby
Editor: Lifia
Share It On: