FISIPOL UNESA Tutup PKKMB 2026 dengan Doa dan Aksi Kemanusiaan
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA) menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan aksi kemanusiaan bertajuk Pray for NTT. Digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi penutup masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan harapan dan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Dekan 1 FISIPOL UNESA, Dr. Harmanto, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa konsep PKKMB tahun ini berfokus pada penyiapan mental dan akademik mahasiswa baru angkatan 2026 agar siap beradaptasi dengan atmosfer kampus yang kaya akan dinamika keilmuan sosial.
"Konsep PKKMB tahun ini adalah menyiapkan mahasiswa baru tahun 2026 agar mereka lebih siap untuk memasuki babak baru di dunia perguruan tinggi. Penuh dengan dinamika tetapi masih aman dan terkendali, jauh dari perpeloncoan, jauh dari bentak-bentak, dan semua berjalan lancar," tegas Wakil Dekan 1 FISIPOL UNESA. Seluruh kegiatan memastikan para mahasiswa baru melangkah di jalur yang tepat (on the track).
Di tengah suasana kelulusan PKKMB, FISIPOL UNESA turut menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Pray for NTT. Aksi ini diawali dengan doa bersama yang khidmat untuk memohon perlindungan dan pemulihan di wilayah bencana, sekaligus mengingatkan insan akademis akan fungsi ilmu pengetahuan.

"Ajarkan kepada kami bahwa ilmu yang kami pelajari di kampus harus melahirkan manfaat, bahwa kecerdasan harus berjalan bersama kepedulian, dan bahwa pendidikan yang tinggi harus membuat hati kami semakin peka terhadap penderitaan sesama." Ungkapnya.
Selain doa dan aksi simbolis, FISIPOL UNESA juga menginisiasi penggalangan dana secara sukarela. Wakil Dekan 1 FISIPOL UNESA mengungkapkan bahwa momen di PKKMB ini menjadi pintu pembuka sikap kepedulian bersama yang akan berlanjut ke tahap yang lebih luas. Penggalangan donasi tidak hanya berhenti di hari penutupan PKKMB, melainkan akan diteruskan pada pekan depan setelah perkuliahan dimulai dengan melibatkan seluruh mahasiswa aktif angkatan 2023, 2024, dan 2025.
Kegiatan Pray for NTT sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembentukan karakter mahasiswa yang peduli dan memiliki tanggung jawab sosial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui semangat gotong royong dan kolaborasi dalam penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui perpaduan antara edukasi dan aksi kemanusiaan ini, FISIPOL UNESA mempertegas posisinya sebagai wadah bagi keilmuan, toleransi, dan kepedulian sosial. Seluruh bantuan yang terhimpun nantinya akan disalurkan secara langsung untuk membantu meringankan beban serta menghadirkan kembali rasa aman bagi masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Penulis: RDW
Editor: NS
Share It On: