Ungkap Sejarah Jalanan di Surabaya melalui Film Dokumenter

Hobi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan karya positif bahkan berkesempatan untuk meraih prestasi memang patut diapresiasi. Terlebih ketika hobi tersebut juga membawa makna serta pesan positif bagi masyarakat luas lewat karya yang ditampilkan. Hal tersebutlah yang menjadi inspirasi bagi Anziza untuk tetap berkarya di bidang pembuatan film, terutama film dokumenter. Hobi untuk menceritakan keunikan dan sisi lain kehidupan melalui bingkai film inilah yang akhirnya mendorong Anziza untuk menimba ilmu di Prodi Ilmu Komunikasi Unesa.

            Hobi dan ketertarikannya pada film memang tidak pernah disia-siakan oleh Anziza. Saat mengetahui bahwa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” mengadakan lomba film dokumenter dengan tema “I Love Surabaya”, Anziza pun segera bersiap mengikuti lomba tersebut. Bersama delapan kawan-kawannya, Anziza berhasil menciptakan karya film documenter bertema “I Love Surabaya” dengan mengangkat cerita tentang nama-nama jalan yang bersejarah di Kota Surabaya. Hasilnya, film dokumenter tersebut berhasil menyabet juara I pada ajang tersebut.

            Keberhasilan Anziza dalam membawa piala juara pulang bukan berarti tanpa hambatan. Salah satu kendala yang cukup mempengaruhi jadwal pengambilan gambar untuk film tersebut adalah cuaca yang kurang mendukung. Pasalnya, tidak jarang ketika proses pengambilan gambar tiba-tiba hujan datang mengguyur kota. Alhasil, Anziza dan team harus bersabar dan mencoba kembali mengambil gambar keesokan harinya serta berharap tidak lagi hujan.

            Anziza mengakui bahwa karyanya kali ini bukan merupakan upaya atau pun hasil kerja kerasnya sendiri. Anziza bahkan menyampaikan bahwa dari awal ide ceritanya pun merupakan hasil diskusi dari semua anggota tim bukan merupakan ide salah satu anggota saja. Kerjasama dan kekompakan inilah yang menurutnya menjadi peluang memproduksi film yang hasilnya sangat baik.

            “Teman teman saat membantu dalam pembuatan film ini, rela kehujanan untuk ambil gambar dan begadang untuk edit karena waktu pengumpulan yang sudah mepet. Alhamdulillah akhirnya kami meraih prestasi yang memuaskan” Ungkap Anziza

            Anziza pun memiliki alasan tersendiri mengapa ia memilih mendokumentasikan nama jalan beserta sejarahnya pada film dokumenternya kali ini. Menurutnya, jalanan Kota Surabaya adalah suatu warisan yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Masyarakat lebih mengenal warisan kota yang berbentuk bangunan, misalnya Tugu Pahlawan. Padahal jalanan bagi masyarakat serupa urat nadi yang fungsinya sangat penting dan memiliki sejarah tersendiri, baik meliputi pembuatan jalan maupun proses penamaan jalan tersebut.

            Kedepannya, Anziza dan team mengaku ingin belajar lebih dalam tentang pembuatan film, baik film fiksi maupun film dokumenter. Baginya, karyanya ini masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan karya-karya lain yang berhasil memenangkan ajang film yang lebih bergengsi.

            “Kalau bisa sih inginnya punya film yang bias dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Saya ingin bikin film yang semoga bisa menang award apa gitu. Tentunya dengan belajar lebih banyak lagi,” Paparnya (DIT).

Video SOERABADJA (V) – Tour De Soerabadja dapat dilihat di https://youtu.be/hHZjWnl0lY4