CANGKRUK BARENG TIGA KEPALA DAERAH: MEMBAHAS PEMBANGUNAN DAERAH DIMULAI DARI PINGGIRAN


SURABAYA – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan acara Talk Show. Acara ini berlangsung Senin, 10 Oktober 2016 bertempat Gedung Serbaguna Gema Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Surabaya. Talk show dengan tema “Belajar Membangun Daerah dari Pinggiran (Kisah Keberhasilan Tiga Kepala Daerah di Jawa Timur)” menghadirkan narasumber tiga kepala daerah diantaranya H. Abdullah Abu Bakar, S.E. (Walikota Kediri), Drs. Ec. H. Nyono Suharli Wihandoko (Bupati Jombang), dan H. Fadeli, S.H., M.M. (Bupati Lamongan). Menurut Ketua Panitia penyelenggara, Dr. Sugeng Harianto, M.Si. talk show ini memberikan kesempatan secara akademis kepada tiga kepala daerah untuk menyampaikan strategi pencapaian keberhasilan dalam membangun daerah.

Hasil penyampaian ini sangat bermanfaat bagi kalangan akademisi khususnya pegiat atau pengamat sosial yang fokus mengkaji masalah pembangunan dan otonomi daerah. Acara ini dibuka oleh oleh Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Warsono, M.S. Narasumber pertama disampaikan Walikota Kediri, H. Abdullah Abu Bakar, S.E. Walikota muda yang akrab disapa Mas Abu ini memperoleh penghargaan sebagai Walikota Inovatif Tahun 2016. Walikota Kediri memperoleh penghargaan sebagai Walikota Inovatif Tahun 2016 Kategori Pemberdayaan Masyarakat. Hal tersebut dicapai berkat program unggulan yang dijalankannya di Kota Kediri, yaitu PRODAMAS (Program Pemberdayaan Masyarakat). Dengan inovasinya, telah mampu mengubah lingkungan di seluruh Kota Kediri semakin tertata rapi, bersih dan sehat. Pembangunan sarana prasarana umum kian lengkap dan merata. Pemberdayaan di bidang ekonomi pun kian terasa perkembangannya.

Narasumber kedua disampaikan Bupati Jombang Drs. Ec. H. Nyono Suharli Wihandoko dalam hal ini diwakili oleh Drs. Purwanto, M.Si. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang. Purwanto menyampaikan terobosan dan inovasi pengelolaan APBD Kabupaten Jombang diantaranya penyediaan mobil siaga desa dan program anggaran dana desa (ADD) sebesar 500 juta perdesa. Program ADD di Kabupaten Jombang telah lebih dulu ada sebelum program pemberian dana desa dari pusat. Selain itu, Pemkab Jombang juga memiliki Kartu Jombang Sehat (KJS) untuk masyarakat miskin dan kurang mampu yang ingin berobat ke rumah sakit daerah. Bahkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko seperti yang disampaikan oleh Purwanto juga mempunyai program untuk melawan bank clurut atau bank titil dengan cara menyalurkan anggaran 100 juta untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Berikutnya narasumber ketiga Bupati Lamongan H. Fadeli, S.H., M.M. Bupati Fadeli menyampaikan bahwa ada inovasi pembangunan desa yang telah diakui dan dijadikan rujukan nasional yakni gerakan membangun eknomi rakyat lamongan berbasis pedesaan (Gemerlap) yang targetnya adalah peningkatan ekonomi masyarakat. Berkat program gemerlap, Lamongan meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2013 dari Kementerian Dalam Negeri. Program Gemerlap bersaha menstimulasi produk-produk unggulan di setiap desa dan kecamatan agar produktivitasnya meningkat. Stimulasi itu berbentuk bantuan permodalan maupun pembinaan teknis secara intensif. Terutama merangsang mentalitas masyarakat agar tidak pantang menyerah dan berjuang hingga berhasil.

Acara talk show ini diakhiri dengan penandatangan MOU kerjasama antara Universitas Negeri dengan Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pemerintah Kabupaten Lamongan tentang pengembangan dan pendampingan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Unduh materi sarasehan

Materi Kabupaten Lamongan download

Materi Kabupaten Jombang download

Materi Kota Kediri download