Harmoni "Sancaya Grahita" di Grand Final Duta FISIPOL UNESA 2026
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya — Puncak Acara Grand Final Pemilihan DUTA FISIPOL 2026 sukses digelar dengan meriah dan penuh antusiasme pada Kamis, 24 September 2026 yang berlangsung di Gedung I8 FISIPOL UNESA. kegiatan tahun ini mengusung tema "Sancaya Grahita" yang bermakna "Merajut Harmoni, Menyemai Inspirasi".
Konsep acara yang memadukan sebuah unsur Tradisional Javanese dan Modern Javanese, tercermin dari penampilan opening dance beriringan lagu tradisional "Gethuk" dengan aransemen orkestra modern. Makna "Sancaya Grahita" menjadi wujud harapan agar keberagaman latar belakang para finalis tetap mampu mempererat keharmonisan sekaligus memberikan inspirasi positif bagi civitas akademika.
Selaku ketua pelaksana kegiatan sekaligus DUTA FISIPOL 2025, Nadivka Saima Fensika, menjelaskan urgensi pelaksanaan kegiatan sebagai wadah dalam mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, pembentukan karakter, serta soft skill mahasiswa. “Urgensinya terhadap masa depan mahasiswa adalah ajang ini menjadi tempat pembentukan karakter, kepemimpinan, dan soft skills seperti public speaking, serta critical thinking,” Jelasnya.
Para finalis yang terpilih dalam puncak acara kali ini tidak hadir dengan proses yang instan, melainkan melalui berbagai proses seleksi yang ketat dan panjang mulai dari pra-karantina 1, pra-karantina 2, Talent Show, Karantina 1, Karantina 2, hingga akhirnya grand final. Hal tersebut tentunya berkorelasi menjadi sebuah bekal yang bernilai dalam proses pembentukan diri mereka.
Lebih menarik lagi, grand final DUTA FISIPOL 2026 kali ini menobatkan dua mahasiswa yaitu Muhammad Nabil Nadief dari S1 Ilmu Komunikasi & Kalila Chaya Ing Gati dari S1 Hubungan Internasional sebagai DUTA FISIPOL 2026. Nantinya, mereka berdua akan melaju ke tingkat Universitas mewakili Fakultas dalam ajang Putra-Putri UNESA pada bulan Oktober mendatang.
Guna melengkapi kemeriahan acara, acara turut dihadiri secara langsung oleh Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA yang secara langsung memberikan semangat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para finalis yang telah berhasil melalui berbagai tahapan proses yang panjang. Dalam sesi wawancara, Divka kembali mengungkapkan kebanggaan dan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. "Melihat seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen dari seluruh panitia, finalis, serta fakultas yang mendukung acara ini," ungkap Divka.
Ia menambahkan bahwa Pemilihan Duta FISIPOL bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan wadah strategis untuk membangun branding positif fakultas melalui representasi mahasiswa terbaik. Selain itu, ajang ini menjadi tempat pembentukan karakter, kepemimpinan, hingga pengasahan soft skills seperti public speaking dan critical thinking.
Melalui ajang Duta FISIPOL 2026, FISIPOL UNESA terus membuktikan perannya dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pembekalan kapasitas kepemimpinan para finalis menjadi bukti dukungan terhadap Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), sedangkan pemberian ruang inklusif yang setara bagi laki-laki dan perempuan melambangkan penerapan nyata Kesetaraan Gender (SDGs 5) untuk mencetak agen perubahan masa depan.
Penulis: RDW
Editor: NRA
Share It On: