FISIPOL UNESA Terima Kunjungan Telkom University Bahas Center of E-Learning and Open Education
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya menerima kunjungan dari Telkom University pada Kamis, 7 Mei 2026. Kunjungan ini membahas peluang kerja sama melalui layanan Center of E-Learning and Open Education (CELOE) sebagai upaya penguatan pembelajaran digital dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Dekan FISIPOL UNESA, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, menyampaikan bahwa kerja sama antarlembaga menjadi langkah penting dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas akademik di perguruan tinggi.“Kerja sama seperti ini memang perlu dilakukan agar fakultas dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dalam pengembangan pembelajaran maupun peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana & Advanced Learning Telkom University, Idola Perdini Putri, menjelaskan bahwa kerja sama yang ditawarkan bersifat sertifikasi dan berbasis penguatan kompetensi mahasiswa. Nantinya, akan terdapat kolaborasi mata kuliah dan kompetensi yang dapat diakses mahasiswa secara synchronous, dengan penyelarasan RPS dan program studi antara kedua institusi.
Kunjungan ini secara khusus membahas layanan CELOE yang dimiliki Telkom University sebagai salah satu bentuk pengembangan sistem pembelajaran terbuka dan digital di perguruan tinggi. Pihak FISIPOL UNESA menyambut baik tawaran kerja sama tersebut dan membuka peluang kolaborasi lanjutan. Namun demikian, beberapa aspek masih menjadi bahan pertimbangan sebelum kerja sama direalisasikan secara penuh.
![]() |
Wakil Dekan I FISIPOL UNESA, Dr. Hermanto, menyampaikan bahwa skema kerja sama tanpa pembiayaan akan lebih mudah untuk direalisasikan dalam waktu dekat. Sementara itu, apabila kerja sama memerlukan biaya tambahan, implementasinya kemungkinan perlu dipertimbangkan kembali mengingat adanya kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan di lingkungan UNESA.“Jika kerja sama dapat dilakukan tanpa pembiayaan, tentu akan lebih memungkinkan. Namun apabila berbayar, mungkin perlu dipersiapkan kembali dan berpotensi direalisasikan tahun depan,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, kedua institusi berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang mendukung inovasi pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan pembelajaran berbasis teknologi dan kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi.
Penulis: Nfs
Editor: NRA
Share It On:
