FISIPOL UNESA Perkuat Kualitas Riset Mahasiswa Lewat Pendampingan Instrumen Penelitian
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya kembali melaksanakan kegiatan akademik berupa diskusi dan pendampingan penyusunan instrumen penelitian pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Baca FISIPOL ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas penelitian mahasiswa, khususnya dalam penyusunan pedoman wawancara sebagai instrumen utama penelitian kualitatif.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan diikuti oleh mahasiswa yang tengah menyusun proposal penelitian maupun mempersiapkan skripsi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung terkait penyusunan matriks konsep dan pedoman wawancara penelitian agar lebih sistematis dan sesuai dengan fokus kajian masing-masing.
Pendampingan dipandu oleh Miss Rizky Trisna Putri, S.P., M.Si. selaku dosen pendamping Ruang Baca FISIPOL. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya keterkaitan antara konsep penelitian, variabel, indikator, keyword question, instrumen, hingga pertanyaan penelitian. Menurutnya, keterhubungan tersebut menjadi dasar agar pedoman wawancara memiliki arah yang jelas dan mampu menggali data secara mendalam sesuai kebutuhan penelitian.
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana teori dapat dihubungkan dengan realitas lapangan melalui pertanyaan wawancara yang sistematis dan mendalam,” jelas Miss Rizky dalam sesi diskusi.
Pada kegiatan tersebut, pembahasan difokuskan pada penyusunan gambaran umum desa dalam matriks konsep dan pedoman wawancara. Beberapa aspek yang dibahas meliputi kondisi geografis desa, tipologi desa, latar belakang etnis masyarakat, hingga pembentukan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Miss Rizky menekankan bahwa pertanyaan wawancara harus mampu menggambarkan kondisi sosial masyarakat secara nyata sehingga data penelitian tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan realitas sosial di lapangan.
Kegiatan juga diwarnai dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen pendamping. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh mahasiswa bernama Dhuha terkait penyusunan data gambaran umum wilayah penelitian.
“Apakah gambaran umum lokasi wilayah melampirkan kutipan langsung?” tanyanya dalam sesi diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Miss Rizky menjelaskan bahwa penggunaan kutipan langsung diperbolehkan, terutama apabila informasi yang diperoleh dari masyarakat tidak tersedia dalam data statistik desa.
“Boleh, terutama untuk informasi dari warga yang tidak bisa didapatkan melalui data statistik, sehingga dapat digunakan untuk memperkuat data penelitian,” ujarnya.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa data kualitatif hasil wawancara masyarakat dapat menjadi pelengkap sekaligus penguat data sekunder yang diperoleh dari dokumen maupun statistik desa. Dengan demikian, gambaran umum penelitian tidak hanya berisi data administratif, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi sosial masyarakat secara lebih mendalam.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga membuka ruang konsultasi bagi mahasiswa yang mengalami kendala dalam penyusunan instrumen penelitian. Mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik penyusunan pedoman wawancara sesuai fokus penelitian masing-masing. Suasana akademik yang kondusif dan kolaboratif di Ruang Baca FISIPOL turut mendukung proses diskusi berjalan efektif.
Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun pedoman wawancara yang lebih terarah, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan penelitian lapangan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen FISIPOL UNESA dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian mahasiswa melalui pendampingan akademik yang berkelanjutan. Selain mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan budaya riset dan inovasi akademik, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa dalam pengembangan penelitian.
Penulis: ORP
Editor: NRA
Share It On: