Keberhasilan tim mahasiswa FISIPOL UNESA dalam memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program SITAKORA yang berfokus pada edukasi pengelolaan sampah bagi siswa sekolah dasar sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Selain itu, upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini juga berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui inovasi ini, mahasiswa FISIPOL UNESA menunjukkan peran aktif generasi muda dalam menghadirkan solusi edukatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa FISIPOL UNESA Lolos Pendanaan PKM, Angkat Edukasi Lingkungan Lewat Media VR
fisipol.unesa.ac.id.,Surabaya–Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai oleh Ayu Dini Ariana, mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), berhasil lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2025. Tim ini terdiri dari empat orang mahasiswa, yakni Ayu Dini Ariana (PPkn), Vera Eliya Khairunnisak (PPKn), Desi Isna Rahmawati (PPKn), dan Sulaiman Amrozi Jailani dari Teknik Informatika.
Ayu menjelaskan bahwa ide awal program ini lahir dari keresahan bersama terkait rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak sekolah dasar. “Kami bertiga memiliki minat yang sama di bidang edukasi dan isu lingkungan. Lalu berdiskusi dengan dosen pembimbing kami, Bu Oksi, dan munculah ide untuk membuat media edukasi berbasis teknologi. Karena tidak ada dari kami yang ahli di bidang Virtual Reality, kami mengajak Sulaiman dari Teknik Informatika untuk bergabung,” ujar Ayu.
Program PKM-RSH yang mereka usung berjudul “SITAKORA: Simulasi Tata Kelola Sampah Ramah Lingkungan Berbasis VR dengan Pendekatan Teori Bermain Vygotsky untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SD”. SITAKORA sendiri merupakan sebuah edugame berbasis teknologi Virtual Reality yang dirancang untuk mengajarkan anak-anak cara memilah dan mengelola sampah dengan pendekatan yang menyenangkan. Melalui pendekatan teori bermain dari Vygotsky, SITAKORA menggabungkan aspek simulasi dan pembelajaran interaktif agar anak-anak dapat memahami konsep pengelolaan sampah melalui pengalaman yang lebih nyata dan menyenangkan.
Program ini telah diujicobakan di SDN Mulyoagung, Bojonegoro, sebagai mitra pelaksanaan. Tim PKM ini telah melalui berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari seleksi internal universitas hingga seleksi nasional oleh Belmawa.Keberhasilan mendapatkan pendanaan tidak membuat mereka cepat berpuas diri. Tim SITAKORA kini tengah bersiap untuk merealisasikan program sesuai dengan proposal yang diajukan.
Mereka telah menyusun ulang jadwal teknis, membagi tugas secara lebih rinci, serta menyiapkan pengadaan alat dan bahan secara transparan sesuai RAB. Harapannya SITAKORA tidak hanya menjadi solusi edukatif di satu sekolah, namun bisa dikembangkan lebih luas. “Kami ingin SITAKORA menjadi media pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan untuk anak-anak. Kami juga berharap program ini bisa didaftarkan HaKI dan dijadikan model percontohan untuk sekolah-sekolah lainnya,” tutup Ayu.
Penulis: Rayhan
Editor: Lifia
Share It On: