Kembara 2026, Ajang Adu Gagasan dan Kreativitas Melalui Karya Tulis Opini
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan budaya literasi di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Unit Writer dan Unit Event Radio Terminal UNESA, Kembara 2026 sukses diselenggarakan sebagai ajang kompetisi karya tulis opini yang mempertemukan siswa-siswi SMA/SMK sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menuangkan gagasan, kreativitas, serta solusi atas berbagai tantangan pendidikan nasional.
Kembara 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan mengusung tajuk “Kompetisi Artikel Opini dalam Kebangkitan Merdeka Belajar Nusantara”. Acara tersebut bertujuan untuk menjadi ruang bagi siswa/i SMA/SMK untuk menyuarakan pemikiran mereka mengenai berbagai tantangan, peluang, dan harapan terhadap pendidikan Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 22 April hingga 30 Mei 2026, meliputi tahap sosialisasi, pengumpulan artikel opini, seleksi karya, hingga presentasi final. Setiap artikel dinilai berdasarkan kualitas argumentasi, orisinalitas gagasan, relevansi isu, serta kemampuan peserta dalam menawarkan solusi yang aplikatif terhadap permasalahan pendidikan Indonesia.
Puncak kegiatan Kembara 2026 dilaksanakan secara luring pada tanggal 30 Mei 2026 di Gedung I6 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pada sesi presentasi, para finalis menyampaikan gagasan yang telah mereka susun di hadapan dewan juri. Beragam topik dan perspektif yang diangkat menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Berbagai karya yang dikirimkan membahas isu-isu strategis yang sesuai dengan ketiga subtema, yakni peranan generasi muda dalam membangun warisan digital melalui literasi dan karya sastra, peranan gizi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan generasi muda melalui program Makan Bergizi Gratis, dan tantangan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dan pendidikan bagi generasi muda untuk menciptakan ruang yang adaptif dan berkelanjutan.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang Kembara 2026 sebagai berikut:Juara 1 diraih oleh Annisa Tri Yulianti dan Hasna Fadhila Ramadhan dari MAN 2 Ponorogo melalui karya berjudul “Pendidikan Inklusif: Ruang Aman atau Sekadar Janji Kesetaraan?”. Juara 2 diraih oleh Zaskia Meyza dan Nadya Lutfina dari SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT melalui karya berjudul “Ruang Kelas Dibangun Megah, Jutaan Siswa Belajar dengan Perut Pasrah”. Juara 3 diraih oleh Alyssa Risma Paramitha dan Rezky Radhitya Ramadhan dari SMA Negeri 1 Pamekasan melalui karya berjudul “Menjaga Nalar dalam Bayang-Bayang AI”. Salah satu pemenang, Alyssa Risma Paramitha dari SMAN 1 Pamekasan, mengaku tertarik mengikuti Kembara 2026 setelah memperoleh informasi dari ekstrakurikuler Indonesia Club di sekolahnya. Menurutnya, kompetisi artikel opini memberikan pengalaman baru yang berbeda dari perlombaan debat yang selama ini ia ikuti.
“Kami tertarik karena penyelenggaranya adalah UNESA, salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki reputasi baik di Indonesia. Selain itu, kompetisi artikel opini menjadi tantangan baru yang mendorong kami untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan menulis,” ungkapnya.Menurut Alyssa, tantangan terbesar selama kompetisi adalah mengembangkan argumentasi agar pembahasan menjadi lebih mendalam dan komprehensif. Namun, proses tersebut justru memberikan pengalaman belajar yang berharga dalam meningkatkan kemampuan literasi dan analisis.
Keberhasilan penyelenggaraan Kembara 2026 menunjukkan bahwa literasi masih menjadi instrumen penting dalam membangun generasi muda yang kritis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Inovasi, melalui pengembangan ide-ide kreatif berbasis pemikiran ilmiah, serta kegiatan ini sejalan dengan implementasi SDG poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan inklusif serta pengembangan keterampilan abad ke-21.
Melalui Kembara 2026, kegiatan ini diharapkan dapat terus mengembangkan semangat literasi dan budaya berpikir kritis di kalangan generasi muda. Melalui tulisan, ide dan gagasan yang lahir tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masa depan bangsa.
Penulis: Jllyo
Editor: NRA
Share It On: