FISIPOL UNESA Ikuti Wawancara TPI Kemendiktisaintek Menuju Predikat WBK/WBBM, Paparkan Inovasi SIDILAN FISIPOL UNESA dan Green Youth Movement
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengikuti wawancara secara daring melalui platform Zoom bersama Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rangka pengajuan FISIPOL sebagai satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Jumat (19/6). Kegiatan ini diikuti oleh Tim Zona Integritas FISIPOL UNESA serta jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan, Wakil Dekan I, dan Wakil Dekan II. Wawancara tersebut merupakan bagian dari proses penilaian dan verifikasi implementasi pembangunan Zona Integritas menuju terwujudnya tata kelola yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Dekan FISIPOL UNESA, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas di lingkungan fakultas merupakan upaya berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian predikat WBK/WBBM, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang berintegritas.
“Pencapaian predikat WBK/WBBM bukan semata-mata tentang pemenuhan dokumen administrasi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, akuntabilitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada sivitas akademika dan masyarakat. Melalui berbagai inovasi yang telah dikembangkan, kami berupaya menghadirkan tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna layanan,” ujar Prof. Wiwik.
Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam pemaparan tersebut adalah berbagai inovasi unggulan yang telah dikembangkan FISIPOL UNESA. Di antaranya adalah SIDILAN (Sistem Digital Layanan) yang hadir sebagai solusi pelayanan berbasis digital untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta transparansi layanan akademik dan administrasi. Selain itu, FISIPOL UNESA juga mengembangkan program Green Youth Movement, sebuah gerakan yang mendorong keterlibatan aktif sivitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berwawasan ekologis.
Kedua inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen FISIPOL UNESA dalam menghadirkan transformasi layanan publik sekaligus membangun budaya organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Inovasi-inovasi tersebut juga mendukung pelaksanaan enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
![]() |
Melalui kegiatan ini, FISIPOL UNESA menunjukkan kesiapannya untuk terus berbenah dan berinovasi dalam rangka meraih predikat Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan, FISIPOL UNESA optimistis dapat menjadi fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam penerapan tata kelola yang bersih, transparan, dan melayani. Upaya tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara sivitas akademika, pimpinan fakultas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan budaya integritas dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain itu, inovasi Green Youth Movement turut mendukung SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land) melalui upaya membangun kesadaran lingkungan dan mendorong terciptanya kampus yang berkelanjutan serta berwawasan ekologis.
Penulis: Nfs
Editor: NRA
Share It On:
