FISIPOL dan FEB UNESA Gelar Bisik Bipala 2026 Bahas Tantangan Ekonomi-Politik Generasi Z
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UNESA dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi UNESA menggelar seminar nasional “Bisik Bipala 2026: Bincang Sosial Politik dan Budaya” pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Gedung Auditorium G6 FEB UNESA dengan tema “Membaca Tantangan Ekonomi dan Politik Indonesia: Market Balance in the Gen Z Era”.
Seminar ini membahas perkembangan ekonomi digital, dinamika politik, serta tantangan Generasi Z dalam menghadapi perubahan pasar dan kebijakan publik. Ketua pelaksana, Marfel Teofilus Zendrato, menyampaikan bahwa “Seminar BISIK BIPALA 2026 menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun pemikiran kritis, serta memperkuat sinergi lintas disiplin ilmu dalam menghadapi tantangan sosial, politik, dan ekonomi di era digital.”
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik mengenai keterkaitan kebijakan politik, regulasi hukum, dan pertumbuhan ekonomi di era digital. Melalui tema “Antara Pasar dan Pasal”, seminar menyoroti pentingnya literasi ekonomi politik agar generasi muda mampu berpikir kritis, memahami peluang pasar, serta beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi nasional.
Seminar menghadirkan keynote speaker H. Ahmad Nawardi selaku Ketua Komite IV DPD RI dan Anggota DPD RI Utusan Jawa Timur. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan ekonomi dan politik untuk menjaga stabilitas nasional serta mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah perkembangan era digital.
Selain itu, seminar juga menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi. dr. Gilang Satya Pratama membahas tantangan sektor kesehatan dan industri dalam menghadapi perubahan ekonomi nasional. Sementara Abdul Waris Wacana menjelaskan strategi industri maritim dalam menjaga keseimbangan pasar di tengah transformasi ekonomi digital.
Dari sisi akademik dan regulasi, Ken Bimo Sultoni membawakan materi mengenai arah politik Indonesia dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, Romi Pradhaba Aryo membahas studi kasus persaingan usaha di Indonesia, perubahan pola pasar di era Gen Z, serta strategi KPPU dalam mengawasi regulasi persaingan usaha agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
Kegiatan Bisik Bipala 2026 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-16 terkait perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat literasi politik, ekonomi, dan sosial budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang inklusif, kritis, dan berkelanjutan.
Penulis: AGO
Editor: NRA
Share It On: