Dua Mahasiswa FISIPOL UNESA Bagikan Pengalaman Selami Ruang Multikultural Melalui PLP Internasional
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Farah Isania Pristyaningrum (Farsa), Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dan Ajitama Putra Nugraha, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berhasil menyelesaikan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi pada 28 Februari 2026 lalu.
Bagi Farsa dan Ajitama, program ini menjadi ruang untuk merasakan langsung dinamika masyarakat multikultural di luar negeri, mengingatkan sebagian besar siswa merupakan anak-anak diaspora Indonesia yang lahir atau tumbuh di Arab Saudi, sehingga proses pembelajaran bertransformasi menjadi ruang dialektika budaya yang kaya, di mana identitas keindonesiaan berinteraksi langsung dengan kultur lokal Timur Tengah.
Salah satu fenomena yang paling berkesan bagi keduanya adalah antusiasme para siswa terhadap Indonesia. Dalam ruang kelas, proses pembelajaran tidak berjalan satu arah, melainkan berkembang menjadi diskusi interaktif mengenai pelestarian budaya, makanan khas, hingga analisis ringan atas berbagai isu dan tren kontemporer yang sedang berkembang di tanah air.Farsa turut menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan beradaptasi di lingkungan transnasional tersebut.
“Kalau ditanya apakah saya menyesal ikut program ini, jawabannya tentu tidak. Memang ada tantangan, terutama soal bahasa dan adaptasi dengan lingkungan yang baru. Tapi justru dari situ saya belajar banyak hal. Menurut saya, lebih baik mencoba meskipun harus berjuang daripada melewatkan kesempatan yang mungkin tidak datang lagi,” ungkap Farsa.
![]() |
Selain menjalankan fungsi pedagogis, Farsa dan Ajitama juga mengambil peran penting dalam lingkaran diplomasi publik (people-to-people diplomacy) dengan aktif dalam berbagai aktivitas komunitas Indonesia di Jeddah. Selama program berlangsung, ia berkesempatan menghadiri pertemuan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, mengikuti kegiatan halal bihalal, menghadiri acara perpisahan siswa kelas XII SIJ, serta berpartisipasi dalam bazar dan pertunjukan budaya yang rutin diselenggarakan.
Melalui pengalaman ini, keduanya berharap semakin banyak mahasiswa FISIPOL UNESA yang berani mengambil kesempatan untuk mengikuti program internasional. Menurut mereka, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga melatih kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, serta memperluas cara pandang terhadap keberagaman dunia.
Program PLP Internasional yang diikuti Farsa dan Ajitama merupakan salah satu bentuk kontribusi strategis fakultas dalam memfasilitasi pembelajaran mahasiswa di luar kampus. Program ini turut serta mendukung penguatan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi instansi lintas internasional. Program ini juga turut serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama, terkhusus IKU 2 mengenai pengalaman mahasiswa di luar kampus.
Penulis: TDY
Editor: NRA
Share It On:
