Mahasiswa Ilmu Komunikasi Juara Presentasi Favorit PIMNAS

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa untuk unjuk diri dibidang penulisan ilmiah, di PIMNAS ke- 31 pada 1 September lalu. Asha, mahasiswi Ilmu Komunikasi UNESA, dengan judul  Meretas Nilai Filosofis Ritual Sablang Banyuwangi sebagai Strategi Cultural Resilience Menghadapi Global Budaya berhasil mendapat juara presentasi favorit. Hal ini karena Asha dan tim gigih dan kreativ dalam menyampaikan presentasinya.

“untuk juara favorit presentasi penilaiannya beda dengan penentuan juara medali. Penilaiannya dilihat dari tingkat kreatifivas, kegigihan dan yang paling sulit tantanganya dalam pelaksanaan proposal PKM. Hal tersebut meliputi bagaimana kita menyajikan presentasi itu menarik, public speaking yang bagus dan menjawab pertanyaan dengan tegas, attitude serta senyum juga termasuk didalamnya” ujar Asha.

Asha juga menyatakan bahwa untuk dapat lolos PKM hal pertama yang harus diperhatikan selain ide yang inovatif adalah terpenuhinya syarat administratif dan kesesuaian PKM dengan pedoman penulisan baik dari segi format hingga pengunggahan. Selain itu, ide yang ditulis sebaiknya muncul dari masalah yang ada sehingga tidak terkesan mengada- ada. “ proses kreatif saya muncul dari keresahan dan observasi jadi masalahnya memang ada tidak dibuat- buat” ujar Asha

Mahasiswi asal Rembang ini juga menjelaskan mengapa tertarik untuk mengangkat budaya Banyuwangi dalam PKMnya, menurutnya Banyuwangi memiliki potensi yang tinggi dalam alam dan budayanya, masyarakat dan pemerintahanya juga bersinergi untuk mengembangkan wilayah Banyuwangi hingga membuat Asha ingin turut  serta berkonstribusi mengangkat budaya Banyuwangi.

Sebagai Finalis PIMNAS untuk kedua kalinya, Asha berbagi tips dan trik untuk membuat PKM yang bagus. Pertama, mengenai isu yang ingin diangkat sebaiknya adalah isu yang dekat dengan penulis, isu yang menjadi keresahan penulis lebih baik,  kedua patuhi pedoman penulisan dan tenggat waktu yang ditentukan. Dan yang terakhir mengingat PKM tidak seperti karya ilmiah biasa sehingga dibutuhkan kerja kelompok yang solid dan manajemen waktu yang baik .(Hervina)