MAHASISWA FISH GELAR AKSI SOLIDARITAS MENGECAM SERANGAN TERORIS

Aksi terorisme yang terjadi pada 3 gereja dan Polrestabes di Surabaya mendapatkan banyak kecaman dari berbagai masyarakat, tak terkecuali mahasiswa. Hari selasa (15/05) sekita pukul 11 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum berbondong- bondong melakukan aksi solidaritas yang dilakukan di depan gerbang masuk Universitas Negeri Surabaya kampus Ketintang.  Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan solidaritas dan persaudaraan sekaligus bentuk kecaman kepada aksi terorisme yang meresahkan masyarakat.

Aksi solidaritas dibuka dengan orasi dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa, Asropin Mahasiswa Administrasi Negara dengan mengatakan bagaimana sebagai mahasiswa harus berani melawan terorisme, bersama ilmu memberantas radikalisme yang merugikan masyarakat. selain orasi aksi ini juga diisi dengan pembacaan puisi, salah satunya dari Fakhrurrozi mahasiswa Ilmu komunikasi. Setelah itu acara pembacaan pertanyaan sikap oeh ketua BEM-F yang berisi :

  1. Mengecam dan mengutuk dengan keras segala bentuk tindakan terorisme atas dasar motif dan latar belakang apaun yang tidak mencerminkan kemanusiaan
  2. Menggucapkan belasungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan pada tragedi terorisme
  3. Mendukung dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terorisme
  4. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera menerbitkan PERPU anti terorisme apabila DPR tidak mampu menyelesaikan revisi UU Anti Terorisme pada msa sidang bulan Juni 2018
  5. Meminta dan menuntut pemerintah untuk menjamin secara sungguh- sungguh pemulihan derita korban anti terorisme
  6. Menuntut aparat keamanan untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Indonesia dari ancaman terorisme.

Pembacaan pernyataan sikap tersebut sangat lantang dan diikuti oleh seluruh peserta aksi dengan teriakan dan lagu khas mahasiswa. Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Zacky Asyiari mengatakan aksi ini tidak sampai disini karena dia berharap tuntunan yang diajukan mendapat respon dari pihak yang dituju terutama mengenai UU anti terorisme.

“ aksi ini sebagai pembuka, kita akan menunggu sampai selesai sidang di bulan Juni kalo DPR belum bisa merevisi UU terorisme, Presiden harus mengeluarkan PERPU, jangan sampai kejahatan luar biasa terorisme ini hukumnya kendor” ungkap zacky

Acara ditutup dengan pembacaan doa, kali ini agama Hindu, Kristen dan Islam membacakan doanya masing- masing dengan khidmat selanjutnya pembagian pita hitam kepada seluruh masyarakat yang melewati gerbang UNESA sebagai bentuk soidaritas kepada korban pengeboman pada hari minggu dan senin.  Ketua BEM-F, Iskandar Bimantara mengatakan bahwa ini adalah bentuk persaudaraan.“semoga kegiatan ini dapat mengeratkan ikatan persaudaraan kita dan meningkatkan empati terhadap sesama” ungkapnya.(Hervina)