Mahasiswi PPKn FISH UNESA Juara 5 Lomba Essay Nasional

Khalimatus Sadiyah, mahasiswi Prodi S1 PPKn Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya menjadi juara 5 lomba essay nasional yang diadakan oleh BEM Se-Indonesia dalam rangka “Mukernas Forum Nasional Sosial Masyarakat V” diikuti oleh 55 peserta dari 37 Universitas di Indonesia. Posisi Khalimatus sebagai juara 5 berada di bawah perwakilan mahasiswa berasal dari IPB yang menjadi juara 4, UB yang menjadi juara 3, UGM yang menjadi juara 2, serta UNRI yang menjadi juara 1. Secara rinci berdasarkan pengumuman pada 5 Maret 2018, masing-masing pemenang adalah :

  • Juara 1 atas nama Poniran, berasal dari Universitas Riau;
  • Juara 2 atas nama Ichlasul Amal, berasal dari Universitas Gadjah Mada;
  • Juara 3 atas nama Winda Firdayanti, berasal dari Universitas Brawijaya;
  • Juara 4 atas nama Virgilius Martin Kelake, berasal dari Institut Pertanian Bogor;
  • Juara 5 atas nama Khalimatus Sadiyah, berasal dari Universitas Negeri Surabaya.

Lebih lanjut mengenai daftar peserta serta juara dalam lomba essay nasional tersebut secara mudah dapat diakses dalam akun instagram @mukernasfornassosmas dan @bemunri.

Khalimatus Sadiyah, Mahasiswi S1 PPKn UNESA

Dalam lomba essay nasional tersebut, Khalimatus memilih judul “POS KABUR (Pos Pengkondisian Buta Huruf Sebagai Solusi untuk Masalah Buta Huruf di Wilayah Pedesaan” Alasan pemilihan judul tersebut adalah berangkat dari keresahannya sebagai mahasiswa PPKn yang telah dibekali ilmu hukum, ilmu sosial, serta ilmu pendidikan dalam bangku kuliah ketika melihat realita kondisi buta huruf di wilayah Papua dan Sulawesi. “Tulisan saya berisi gagasan tentang pengentasan buta huruf di Papua dan Sulawesi. Hal tersebut adalah sesuai dengan salah satu tema essay yaitu Peran Pemuda dalam Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”, ujar Khalimatus.

Awal mula mahasiswi yang memiliki hobby menulis ini dapat mengikuti lomba essay nasional dengan mendaftar melalui Official Account Mukernas BEM Se-Indonesia, dan singkatnya waktu  penyusunan menyebabkan Khalimatus tidak sempat melakukan bimbingan kepada Dosen. Hal ini yang sekaligus menjadi harapannya, agar Prodi khususnya memberikan dukungan dalam bentuk

bimbingan intensif dan lainnya kepada mahasiswa yang sedang mengikuti perlombaan. Pada akhirnya, mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsi ini berpesan kepada adik-adik tingkatnya agar giat mengikuti perlombaan sehingga dapat menjadi agent of change.