Kuliah Tamu Prodi Ilmu Komunikasi Hadirkan News Produser RTV

Menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi tentunya tak lepas dengan pembahasan seputar media massa. Hari Senin (02/04) Ilmu Komunikasi didatangi Ervan Wahzudin, Producer Berita Lensa Indonesia, RTV Jakarta yang sebelumnya juga seorang reporter di RCTI. Dirangkai dengan tema “Produksi TV dan Reportase” Ervan dengan gamblang menceritakan pengalamanya bekerja di media televisi di dalam kelas 02 Gedung I5 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Kuliah tamu diharapkan mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa terutama yang mengambil konsentrasi manajemen media massa mengenai membuatan reportase secara profesional dan menjadi reporter di dunia kerja.

Ervan membeberkan proses pembentukan video paket berita dengan asik, mulai dari proyeksi, mengambilan data, hingga naik ke layar televisi. Ervan mengatakan bahwa jam terbang sangat memengaruhi bagaimana seorang reporter berada di depan kamera. Dia juga menekankan bahwa kematangan naskah berita lah  yang menjadi dasar dari bagus atau tidaknya video paket berita yang dibuat.

“jam terbang itu berpengaruh sekali pada gesture dan cara kamu berbicara di kamera, makanya latihan latihan dan latihan terus. Kalo di Lensa Indonesia, reporter-reporter naskahnya harus bagus dulu baru bisa live on tape, naskah ini jadi dasar kalo gak bisa nulis naskah ya kudu belajar kudu bisa. Karena layar itu segalanya, kami harus memberikan yang terbaik di layar” tutur Ervan.

Setelah memaparkan materinya, Ervan menunjukan kepada mahasiswa beberapa video packages yang dibuatnya, dia menjelaskan satu per satu proses pengambilanya, poin- poin dalam video tersebut yang dapat dijadikan tips, hal tersebut membuat mahasiswa memahami lebih dalam lagi. Acara terakhir adalah evaluasi dari Ervan mengenai tugas video packages mahasiswa konsentrasi manajemen media massa. Dalam sesi tersebut terjadi keseruan dan ketegangan karena Ervan mengevaluasi benar- benar secara profesional seolah video tersebut akan naik layar. Bagaimana mengenai pengambilan gambarnya, reporter on camera dan apa- apa saja yang kurang dalam video tersebut. Dalam kesempatan kuliah tamu tersebut Ervan menilai dua mahasiswa, yaitu Afda dan Wilma yang menurutnya paling bagus dalam melaporkan berita didepan kamera.

“utamakan gambar, gambarnya harus bagus karena televisi dan audio visual, bagus dalam artian secara kualitas dan nilai yang tergandung dalam gambar itu ya. Jadi gambarnya harus yang bisa memberikan informasi” tutur Ervan. (Ikom/Hervina)