Runner Up Mahasiswa Berprestasi, Sutradara Andalan Ilmu Komunikasi

Pemilihan mahasiswa berpestasi sudah terlaksana tanggal 20 Maret Kemarin. Namun, Euforianya masih terasa, terutama di gedung I.5 tempat mahasiswa Ilmu Komunikasi biasa menghadiri kelas. Pasalnya, Runner Up mahasiswa Berprestasi UNESA berasal dari Ilmu Komunikasi. Galuh Gita Indrajayani, atau sering disapa Gita berhasil menyabet juara 2 Universitas setelah sebelumnya mengalahkan semua pesaingnya di tingkat Fakultas.  Gadis kelahiran Surabaya itu selain dikenal sebagai salah satu anggota Himpunan Mahasiswa (HIMA) juga sebagai salah satu sutradara di komunitas film indie di Ilmu Komunikasi. Sebagai sutradara Gita mengaku memiliki taste yang baik, Gita selalu berusaha membangun rasa dan emosi dalam setiap video yang dibuat. Tak ayal Gita mampu memenangkan berbagai kompetisi video.

“ awalnya Cuma jadi penulis naskah tapi sekali jadi Sutradara aku berusaha membangun emosi di video yang aku buat, berusaha bikin taste yang bagus. setelah itu temen- temen selalu kasih kesempatan jadi sutradara lagi”

Kemampuanya dalam mengatur waktu memang perlu diacungi jempol, Gita berceritakan bahwa dia akan mengkhususkan hari jumat untuk mengerjakan tugas HIMA dan hari sabtu minggu untuk produksi film. Ditengah- tengah jam kuliah dia berusaha untuk menyelesaikan dan belajar mengenai materi kuliah sehingga Gita dapat beristirahat dengan cukup. Menurutnya, menjadi mahasiswa yang berorganisasi itu lebih baik apalagi bila didasari dengan ilmu.

“kalo ada mahasiswa berorganisasi yang kurang menonjol di perkuliahan sih menurut saya itu tergantung skala prioritasnya mereka ya, tapi menurut saya lebih baik apabila organisasi yang didasari oleh ilmu, apalagi kalo mahasiswa komunikasi, kan materi yang kita dapat di perkuliahan itu berguna bila diterapkan di organisasi” ungkap Gita dengan tawa.

Ditanya mengenai mahasiswa berprestasi Gita menyatakan bahwa mahasiswa berprestasi menurutnya adalah mahasiswa yang bisa balance antara teori yang dikuasai dengan action yang dilakukanya. Gita merasa bahwa mahasiswa berprestasi bukan hanya tentang seberapa bagus karya tulis ilmiah yang dibuatnya, tapi juga bagaimana dia bisa mengkomunikasikan itu. mahasiswa berprestasi adalah perjalanan panjang dari awal kuliah sampai lulus. Mahasiswa berprestasi harus memiliki sesuatu yang berbeda. Gita mengaku jadi lebih termovitasi setelah mendapat gelar mahasiswa berprestasi, lingkungan terutama teman- temanya menjadi salah satu faktor yang memotivasinya karena label mahasiswa berprestasi memiliki tangung jawab yang besar dan harus memiliki bukti.

“ mahasiswa berprestasi itu perjalanan panjang, karya tulis yang kamu buat itu hanya simbolis saja, tapi bagaimana mahasiswa itu memiliki suatu yang menarik dan berbeda tentang apa yang dia bisa berikan kepada prodi atau kampus. makanya harus berani ngomong biar ide – ide yang kita punya bisa dipresentasikan dengan baik sehingga bisa bermanfaat. Setelah jadi mahasiswa berprestasi saya jadi punya motivasi yang tinggi untuk diri saya, kayak, apa ya yang mau aku bikin, apa ya yang mau aku tulis, alhamdulillah punya teman- teman yang selalu support dan mengingat” ungkapnya.(ikom/hervina)