Mari Bangun Masyarakat Inklusif Untuk Semua

Penderita downsyndrome kerap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Penyebabnya adalah penderita sering melakukan hal-hal aneh atau tidak biasa dilakukan oleh orang normal pada umumnya. Kondisi tersebut membuat penderita downsyndrome sering kali dikucilkan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Kurang pahamnya masyarakat tentang bagaimana menghadapi penderita downsyndrome yang memiliki keunikan tersendiri juga menjadi faktor yang membuat penderita downsyndrome merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Solusi untuk menghadapi penderita downsyndrome bukan dengan mengucilkan, membully atau bahkan menjauhinya. Seharusnya kita mendekatinya dan membuat dia mengerti bahwa ia masih bisa memiliki teman. Dengan melakukan hal tersebut penderita tentunya akan menjadi lebih nyaman untuk berinteraksi dengan orang normal lainnya.
21 Maret menjadi suatu peringatan Hari Downsyndrome Sedunia yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 2012. Peringatan hari Downsyndrome sedunia ini sengaja dijatuhkan pada tanggal 21 bulan 3 yang menunjukkan keunikan dari penderita downsyndrome. Tanggal 21 bulan 3 menunjukkan bahwa penderita downsyndrome memiliki 21 kromosom yang biasa disebut trisomi. Peringatan ini juga bertujuan untuk menyamaratakan HAM yang dimiliki oleh orang normal dan penderita downsyndrome. Dengan cara apapun dan bagaimanapun semua orang diharapkan agar dapat membantu penderita downsyndrome agar tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam menanggapi hal tersebut, seluruh lapisan masyarakat diharuskan untuk mengahargai persamaan HAM yang dimiliki oleh penderita downsyndrome tak terkecuali mahasiswa. Deny Satrioaji, mahasiswa alumni prodi Sosiologi 2012 mengungkapkan bahwa pengetahuan yang menyebabkan tergolongnya manusia menjadi normal dan abnormal seringkali disalahgunakan. Penindasan-penindasan pun kerap kali diterima oleh penderita downsyndrome ketika bermasyarakat.
“ciri khas yang tidak wajar secara psikologi membuat pengetahuan memetakkan manusia dalam kelas normal dan abnormal. Hal tersebut sah saja sebenarnya, namun bagaimana ketika pengetahuan itu yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara orang normal dan abnormal?” katanya.
Harapan dari peringatan Hari Downsyndrome Sedunia ini adalah untuk membuat kehidupan orang normal dan abnormal berjalan beriringan sesuai dengan yang diharapkan. Kepedulian terhadap sesama sangat dibutuhkan agar kehidupan yang berjalan beriringan itu menjadi nyata. Deny juga memberikan kalimat yang cukup membuat masyarakat berfikir atas apa yang dilakukannya.
“sesempurna apa kita? Apakah kita Tuhan kecil di dunia yang dilahirkan untuk melakukan penindasan?” tegasnya. Kemudian deny memberikan ucapan selamat hari downsyndrome sedunia dengan harapan semoga semua makhluk hidup selalu diselimuti kebahagiaan.