Tasyakuran Akreditasi A, Pendidikan Sejarah Unesa Gelar Barongsai

Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mendapatkan akreditasi A tiga kali berturut-turut dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Capaian ini memiliki arti penting bagi Jurusan Pendidikan Sejarah Unesa untuk terus mengembangkan diri dalam bidang kependidikan serta keilmuan sejarah.

Selain melakukan evaluasi dan refleksi dalam capaian akreditasi tersebut, Jurusan Pendidikan Sejarah Unesa juga merayakannya dengan menggelar tarian Barongsai di Halaman Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Kamis (15/02/2018).

“Tarian barongsai yang kami hadirkan ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan budaya Indonesia yang beragam. Indonesia memiliki berbagai macam akulturasi budaya yang menandakan kekayaan budaya di negeri ini. Acara ini juga diselenggaraan bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek. Jadi momennya kita sesuaikan juga,” ujar Hanan Pamungkas selaku Kajur Pendidikan Sejarah Unesa.

Hanan juga menambahkan bahwa acara ini sebagai bentuk apresiasi dalam mempererat kerukunan antar golongan dan etnis, serta upaya untuk melestarian kebudayaan yang ada di Indonesia.  “Jadi harapannya acara ini dapat memperat kebersamaan dan rasa kekeluargaan  antar civitas akademika Jurusan Pendidikan Sejarah, sehingga ke depannya saya harap kinerja kita bisa di atas rata-rata,” ujar Hanan.

Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongok yang menggunakan sarung menyerupai singa. Kesenian ini mulai populer di zaman Dinasti Nan Bei, sekitar tahun 420-589 Masehi. Pada sat itu, pasukan Raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari Negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan Raja Fan. Upaya tersebut ternyata sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.(Ina/RN Bayu Aji)