KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

Kurikulum Program Studi Pendidikan Sejarah disusun untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan yakni ”menghasilkan sarjana pendidikan sejarah yang memiliki keunggulan dalam pembelajaran, keilmuan sejarah, dan berwawasan interpreneur”. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Nomor 232/U/2000 dan Nomor 045/U/2002, kurikulum memuat kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya. Kurikulum Program Studi Pendidikan Sejarah disusun berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, yang mendorong terbentuknya hard skills dan kepribadian/perilaku (soft skills) sehingga terwujud guru yang unggul dalam kependidikan serta  kukuh  dalam  keilmuan.

Kurikulum Program Studi Sejarah selalu mengikuti dengan peraturan terbaru serta tuntutan masyarakat, pengguna lulusan maupun stake holders, sehingga dilakukan peninjauan kurikulum  setiap 5 tahun sekali, sedangkan untuk peninjauan RPS dilaksanakan setiap awal tahun ajaran. Mekanisme peninjauan kurikulum dilakukan melalui lokakarya dengan melibatkan dosen, ahli, organisasi profesi, stakeholder, dan alumni. Mekanisme peninjauan kurikulum meliputi: 1) Studi Pendahuluan, yang mencakup kegiatan: analisis Kebutuhan dan studi kelayakan, studi banding, studi pelacakan lulusan, dan evaluasi Kurikulum; 2) Perancangan kurikulum baru; 3) Sanctioning Kurikulum baru melalui workshop; 4) uji publik/publikasi kurikulum baru; dan 5) Implementasi kurikulum baru. Melalui mekanisme tersebut, saat ini Kurikulum Program Studi Pendidikan Sejarah menggunakan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI) yang mulai disusun sejak 2014 hingga 2016. Pemutakhiran kurikulum juga dilakukan penyusunan perangkat kurikulum antara lain: Rancangan Perkuliahan Semester (RPS), Satuan Acara Perkuliahan (SAP), hand out, bahan ajar, perangkat evaluasi, dan media pembelajaran.

Kompetensi utama lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah adalah menghasilkan tenaga Pendidik Sejarah/Guru Sejarah yang menguasai:

  1. Menguasai kompetensi Pedagogi, Profesional, Sosial, dan Kepribadian;
  2. Menerapkan ilmu dan teknologi dalam pembelajaran Sejarah.
  3. Mampu mengembangkan pembelajaran Sejarah yang inovatif.
  4. Mampu melakukan kajian ilmiah berkaitan dengan kependidikan sejarah.
  5. Mengembangkan diri melalui penelitian dan pengabdian masyarakat bidang Pendidikan Sejarah.
  6. Memiliki kemampuan sebagaiinstruktur/pemandu wisata sejarahdalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal menuju budaya nasional dalam menghadapi era globalisasi.
  7. Mampu melaksanakan tugas profesional sebagai guru  dijenjang  SLTA.

Kompetensi pendukung lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah adalah menghasilkan tenaga Pendidik Sejarah/Guru Sejarah yang menguasai:

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mempunyai etika dan rasa tanggung jawab terhadap profesi keguruan.
  3. Mempunyai kepedulianterhadap budaya dan kearifan lokal.
  4. Mampu berinteraksi dengan lingkungan budaya yang berbeda.
  5. Mampu memahami referensi dalam bahasa
  6. Memiliki kemampuan dasar ICT dalam pendidikan dan pembelajaran.
  7. Memiliki jiwa nasionalisme dan karakter mulai yang kuat.

Selain kompetensi utama dan kompetensi pendukung, lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah juga mempunyai kompetensi:

  1. Memiliki kemampuan sebagai tenaga pemandu wisata dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal menuju budaya  nasional dalam menghadapi era globalisasi yang dicapai melalui konsep edupreneur.
  2. Mampu berwirausaha.
  3. Mampu menulis Buku Teks dan karya ilmiah.