Menguatkan Riset Berbasis Output, Dosen Tidak Lagi Ribut SPJ dan Kwitansi


Tahun 2016 merupakan masa reformasi  riset nasional dan di tahun 2017 ini, merupakan era emas penelitian di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 106/PMK.02/2016 Tanggal 30 Juni  2016 tentang SBK  Sub Output Penelitian 2017, Pasal 2 ayat (1) menjelaskan bahwa  Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 201 7 meliputi (a) Standar Biaya Keluaran yang berlaku untuk beberapa/ seluruh kementerian negara/lembaga, (b) Standar Biaya Keluaran yang berlaku untuk satu kementerian  negara/lembaga tertentu”.

Sejalan dengan hal tersebut, Pasal 2 menjelaskan bahwa Standar Biaya Keluaran yang berlaku untuk beberapa/ seluruh  kementerian negara/lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri  dari; (a) Sub Keluaran (Sub Output) Perencanaan, Pemeriksaan, Pendidikan, dan Pelatihan Pelatihan; dan (b) Sub Keluaran (Sub Output) Penelitian”.

Hal itu menandakan adanya perubahan paradigma dalam penelitian di Indonesia. “Semula peneliti ribut dan ribet mengurusi riset berbasis proses (SPJ dan Kwitansi), saat ini riset akan berbasis output penelitian,” tutur Jamal Wiwoho, Selasa (02/05/17) selaku Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Ruang I.6. Aula Srikandi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam rangka kuliah tamu dengan tema Peningkatan Pemahaman Dosen Tentang Penelitian di Indonesia”.

Adapun output penelitian di Indonesia, nantinya bisa dijabarkan menjadi dua belas (12) macam luaran. “Di antaranya adalah Publikasi/ artikel jurnal nasional tidak terakreditasi, Publikasi/ artikel jurnal nasional terakreditasi (sekitar 255 jurnal), Publikasi/ artikel jurnal regional/ internasional tidak terindeks, Publikasi/ Artikel Jurnal Regional/ Internasional Terindeks,  Prototipe R & D digunakan dalam kebijakan, Paten/ hak cipta terdaftar, Paten/ hak cipta granted, Paten/ hak cipta terpakai di industri, Buku Nasional, Buku Internasional, Naskah kebijakan, Artikel populer di media cetak,” ujar Jamal Wiwoho.(RN)

Lebih lengkap, materi kuliah tamu ini dapat diunduh di sini