Membangun Demokrasi melalui PEMIRA Sosiologi


Demokrasi mahasiswa diasah melalui PEMIRA 2017 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Februari 2017. PEMIRA ini akan berlangsung untuk semua mahasiswa yang sedang menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum yaitu memilih Ketua BEM FISH dan lebih khusus di Prodi Sosiologi untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua HIMAPRODI Sosiologi.

Ketua KPU Wahyu Bacharudin menjadi Moderator Penyampaian Visi Misi

Menjelang pelaksanaan PEMIRA 2017, Komisi Pemilihan Umum HIMAPRODI Sosiologi melaksanakan acara “Penyampaian visi dan misi calon KAHIMA dan WAKAHIMA”. Wahyu Bacharuddin sebagai Ketua KPU HIMAPRODI Sosiologi  memimpin acara tersebut dengan pertama kali mempersilahkan kepada Kaprodi Sosiologi untuk memberikan sambutan pembuka,  selanjutnya Wahyu mengatur perjalanan acara tersebut dengan dilanjutkan dengan tanya jawab calon KAHIMA dan WAKAHIMA dengan semua mahasiswa yang hadir, diakhiri sosialisasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara.

Kaprodi Sosiologi Dr. Sugeng Harianto, M.Si. memberi sambutan pembukaan Penyampaian Visi Misi

Dr. Sugeng Harianto, M.Si. berpesan kepada para mahasiswa untuk membuat HIMAPRODI Sosiologi menjadi lebih dinamis, penuh kreasi sehingga membesarkan lembaga Sosiologi dan UNESA pada umumnya. mekanisme pemilihan, baik musyawarah mufakat atau pemilihan, itu merupakan bentuk amanah dari mahasiswa, sehingga sebagai seorang pemimpin harus mempunyai visi misi sendiri yang bermasa depan.

Selanjutnya Kaprodi yang sekaligus merangkap Kajur Ilmu Sosial menyarankan dalam mengisi struktur organisasi, agar memilih mahasiswa yang senang berorganisasi, mau bekerja keras, supaya bisa memuaskan semua pihak. Kepengurusan sekarang penting untuk bekerja keras, dan bersinergi dengan Program Studi Sosiologi, jangan sampai menemui Kaprodi dan Pembimbing mahasiswa hanya ketika ada masalah. Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Prodi Sosiologi berterimakasih terhadap pengurus lama (periode 2016 di bawah KAHIMA M Mukhibudin Niam) atas kinerja dan dedikasinya yang telah membawa HIMAPRODI satu tahun.

Safira Dea sebagai Calon Ketua HIMAPRODI dan Dicky Yuda sebagai Wakil Ketua HIMAPRODI menyampaikan visi dan misinya. Visinya yaitu “Sosiologi bersinergi untuk mengabdi”, sedangkan misi utamanya “Menjadi wadah untuk menyalurkan bakat minat serta aspirasi mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Surabaya”.

Setelah presentasi dari kedua calon, dibuka dialog dengan para mahasiswa. Wahyu Ketua KPU dan sekaligus moderator acara membuat tiga termin pertanyaan. Pada termin pertama Humam mahasiswa Sosiologi angkatan 2015 menanyakan tentang solusi jika para pengurus tidak aktif, “apakah anda akan memaksimalkan kabinet dengan berani mereshufle pengurus yang tidak aktif?”, selanjutnya Wildan mahasiswa Sosiologi Angkatan 2016 menanyakan tentang kemampuan calon dalam kepemimpinan, “Yakinkahlah kepada kami, apakah saudara berdua telah pantas menjadi KAHIMA dan WAKAHIMA 2017?”.

Pada termin kedua, Edi Sulistiyo mahasiswa Sosiologi angkatan 2015 menanyakan cara mencari solusi kabinet yang tidak solid, “di lihat dari kepengurusan kemarin banyak anggota HIMAPRODI yang pecah, bagaimana kandidat menyolidkan para kabinet sehingga benar-benar aktif”. Selanjutnya, Muhib Ketua HIMAPRODI 2016, menanyakan tentang mahasiswa yang berkultur akademis, “mahasiswa Sosiologi terkenal kultur akademis, kurang tertarik dalam organisasi, seberapa besar kedua calon memperhatikan, dan bagaimana membangun komitmen mereka”.

Pada termin ketiga, Anif mantan KAHIMAPRODI Sosiologi 2015 menanyakan tentang sikap calon, “bagaimana perasaan menjadi kandidat tunggal, dan apakah benar dalam PEMIRA yang satu kandidat jika tidak sampai 50% plus 1 maka HMP akan dibekukan, bagaimana usaha kedua pasangan calon untuk meyakinkan terdahap para mahasiswa bahwa PEMIRA dan HMP itu penting?”. Teakhir Tiko mahasiswa angkatan 2016, menanyakan sikap kedua calon, “jika ada intervensi terhadap HMP, bagaimana menurut anda berdua, selain itu HIMAPRODI Sosiologi belum mempunyai program unggulan, apa program unggulan Mbak Dea dan Mas Dicky?

Tiko Anggoro

Safira Dea dan Dicky Yuda sebagai calon KAHIMA dan WAKAHIMA PRODI Sosiologi bisa menjawab pertanyaan semua yang disampaikan, mahasiswa  merasa terpuaskan oleh jawaban yang disampikan kedua calon secara lancar dan penuh dengan senyum. (AM Fauzi).