Satu Argumen Menentukan Sejarah Ke Depan


 

Sebagai jurusan yang dua kali memperoleh akreditasi A secara berturut-turut, Jurusan Pendidikan Sejarah FISH Unesa terus berbenah diri untuk menjadi jurusan yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik. Dalam rangka menuju Pendidikan Sejarah yang lebih baik, Kamis (09/02/2017) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Sejarah mengadakan dialog jurusan dengan tema “Satu Argumen Menentukan Sejarah Ke Depan” di Aula Srikandi, FISH Unesa.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah, Drs. Hanan Pamungkas, M.Hum, Sekretaris Jurusan Drs. Artono, M.Hum, dan juga para dosen pendidikan sejarah. Secara resmi, dialog ini dibuka oleh Sekertaris Jurusan Pendidikan Sejarah, Drs. Artono, M.Hum, dan diikuti oleh mahasiswa sejarah mulai dari angkatan 2013, 2014, 2015, dan 2016.

Iswatin Khasanah selaku Ketua HMJ Pendidikan Sejarah menuturkan bahwa dialog yang diselenggarakan ini merupakan sarana untuk berkomunikasi dan wadah wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk saling memberikan masukan, kritik, atau saran. “Hal ini penting demi kelangsungan Pendidikan Sejarah ke depan agar lebih baik dan lebih baik lagi,” ujarnya dalam sambutan.

Drs. Hanan Pamungkas pun merespon positif dialog bersama HMJ ini demi menampung aspirasi dari para mahasiswa. “Acara ini merupakan forum dua arah, melalui acara ini kita bisa tahu apa yang dirasakan mahasiswa dan masalah apa saja yang sedang dihadapi, sehingga jurusan bisa memberikan respon secara langsung dan melakukan perbaikan untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Selaku, ketua jurusan, ia juga mengusulkan agar acara dialog jurusan dapat diadakan dua kali,yaitu diawal dan diakhir semester. Dialog jurusan ini berlangsung dengan lancar dan diikuti dengan penuh antusias oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah. Diakhir acara, Corry Liana, S.Pd.,M.Pd selaku Pembina HMJ Pendidikan Sejarah menuturkan bahwa  melalui acara ini, harapan ke depan adalah kinerja jurusan Pendidikan Sejarah semakin bertambah baik. “Semoga, problem bersama yang dihadapi dalam proses penyelanggaraan perkuliahan maupun kegiatan kemahasiswaan dapat segera terselesaikan,” katanya (Inayah/RN).