FISH Gelar Pelatihan dan Penyusunan SKP dan SIMBKD


Untuk menunjang Prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pengendalian perilaku kerja produktif dosen dan tenaga kependidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan pelatihan dan diskusi penyusunan SKP 2017 bagi para dosen dan tenaga kependidikan selingkung FISH Unesa dan pengisian SIMBKD (Sistem Informasi Beban Kerja Dosen), Rabu (05/01/217) dan Kamis (06/01/2017) di Ruang Srikandi FISH.

Sesuai Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, setiap Pegawai Negeri Sipil diwajibkan untuk menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Selain SKP, untuk menunjuang kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen yang meliputi bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, setiap dosen harus membuat Laporan Beban Kerja Dosen.

“Rencana Kerja Tahunan adalah rencana yang memuat kegiatan tahunan dan target yang akan dicapai sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan oleh instansi, khususnya di FISH ini. Setiap dosen dan tendik harus menyusun untuk meningkatkan kinerja dan juga produktivitasnya,” tutur Sarmini selaku dekan FISH saat membuka acara ini.

Dalam rangka mencapai hasil kerja yang disepakati, penilaian prestasi kerja dosen dan tenaga kependidikan selingkung FISH, akan didasarkan pada prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif dan transparan.

“Beban kerja dosen harus terdistribusi secara proposional dan terukur pada semua bidang kegiatan tridharma perguruan tinggi. Apa yang ada di online tidak beda dengan yang ada di offline. Akan tetapi, harus teliti dalam mengunggah secara online. Melalui Siakad Unesa, kita bisa masuk ke pilihan menu SIMBKD dan kemudian mengunduh Panduan BKD sebagai panduan untuk mengisi,” kata Wiyli Yustanti dari Pusat Pengembangan Teknologi Informasi (PPTI) Unesa.

“Setelah pelatihan dan pengisian SKP dan SIMBKD ini, diharapkan para dosen FISH dapat menyelesaikan penyususan dan pengisian BKD dengan tepat dan benar,” ujar Sarmini.