Angkat cerita tentang Kebiasaan Buruk, Film Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Berjaya

unspecified3

Siapa yang menyangka, jika kebiasaan buruk seseorang ternyata juga dapat merugikan orang lain. Sederhana saja ketika seseorang meninggalkan kotoran di sembarang tempat. Seperti “UPIL”, judul film pendek persembahan dari Root Production yang dilombakan tanggal 19 November 2016 lalu dalam Public Health National Competition 2016. Kompetisi nasional yang diadakan oleh BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR kali ini mengusung tema “Better Life For The Better Future”. Nadya Yudo selaku sutradara Upil, mengajak teman-temannya berperan dalam film pendek berdurasi kurang dari empat menit ini. Gadis yang kerap disapa Yudo itu mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan dan melakukan kebiasaan yang sehat demi menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Aku memikirkan bagaimana caranya kita menjaga kesehatan dimulai dari hal-hal yang simple dan dekat dengan kita. Film Upil itu adalah gambaran, dari kebiasaan kita yang nggak cuci tangan dan terus megang segala macem” kata Yudo.

Kesederhanaan ide yang sesuai realitas dari film tersebut mendapat sambutan baik dari para dewan juri. Penggunaan teknik one take shoot film Upil menjadi nilai tambah penjurian Andi Budrah dan Pulung Siswantara. Karya mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015 tersebut berhasil meraih peringkat pertama Short Movie Challenge PHNC 2016. Tidak hanya Upil, satu karya lagi yang dibawakan oleh Marenda Yuli dan kawan-kawannya asal Banyuwangi yang menjadi juara kedua yaitu dengan judul “Ngacir”. Ada hal unik juga yang menambah nilai dari film Ngacir, yaitu dalam filmnya diceritakan tentang kebiasaan kencing seseorang dan dikaitkan dengan mitos masyarakat jawa yang masih dipegang hingga saat ini.

Ada tiga judul film pendek lainnya yang masuk dalam lima besar finalis short movie challenge, yaitu “REMAJA” karya SMAN 5 Malang, “Sehat Vs Malas” karya SMA Al Hikmah Surabaya, dan “Sadari dan Cegah Karsinogen di Sekitarmu” karya mahasiswa Universitas Indonesia yang juga menempati posisi ketiga dan membawa pulang juara favorit yang ditentukan dari jumlah penyuka video di YouTube.