Bukti Heroik Perjuangan Arek-Arek Suroboyo


 Jurusan Pendidikan Sejarah FIS-H UNESA kembali mengadakan acara kuliah tamu dan bedah buku “Surabaya 1945 : Sakral Tanahku”, di Gedung I6, Faklutas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), UNESA, dengan narasumber Dr. Frank Palmos dari University of Western Australia, Jumat (11/11/2016)

Acara yang dimoderatori oleh Thomas Nugroho Aji, S.IP, M.Si ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa dan tamu undangan. Pada kesempatan yang bersamaan dengan momen bersejarah di kota Surabaya ini, Dr. Frank memaparkan secara singkat peristiwa penting apa saja di Surabaya yang menyertai selama periode pra-kemerdekaan sampai dengan peristiwaperang 99 hari terhitung sejak 22 Agustus sampai dengan 30 November 1945. Dalam buku ini Dr. Frank juga mendapatkan informasi dari para saksi sejarah entah itu dari individu, kelompok, arsip, dan organisasi veteran dari Indonesia maupun dari luar negeri.

Pada tahun 1945 pasukan Sekutu – dengan ini Inggris dan Belanda – kembali ke Indonesia setelah kemenangan Perang Dunia II dengan maksud menawan beberapa pasukan Jepang yang ada di Indonesia serta berusaha merebut kembali wilayah kekuasaan Belanda. Banyak wilayah Indonesia – terutama di kota Surabaya yang menjadi sasaran serangan dari pasukan Sekutu. Namun kota Surabaya memiliki kisah heroik yang tidak bisa dilupakan.

“Surabaya menjadi tempat peristiwa pertempuran luar biasa antara rakyat Surabaya dengan pasukan Sekutu pada tahun 1945. Ketika pasukan Sekutu mendarat di Tanjung Perak, mereka berpikir bahwa kota Surabaya dapat direbut lagi dengan mudah seperti halnya kota-kota lain di Indonesia. Namun kenyataannya lain; mereka harus susah payah dalam menghadapi pertahanan rakyat Surabaya selama 99 hari”, ujarnya

Dr. Frank juga menambahkan bahwa puncak kesuksesan rakyat Surabaya adalah ketika berhasil mempertahankan diri melawan pasukan Inggris dalam pertempuran yang berlangsung selama 40 hari, sebuah hal yang sangat mencengangkan karena pada masa itu pasukan Inggris merupakan angkatan yang paling tangguh di seluruh dunia.

“Surabaya adalah satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki pasukan yang tangguh dan dapat bertahan lama dari serangan bombardir pasukan Sekutu. Peristiwa yang sangat heroik ini mengundang simpati dari rakyat luar Surabaya yang ikut berjuang bersama-sama membebaskan diri dari cengkeraman pasukan Sekutu” tambahnya.

Namun sayangnya peristiwa yang sangat bersejarah tersebut tidak dikupas secara detail dalam buku-buku sejarah Indonesia lainnya dikarenakan masih kuatnya sejarah versi penguasa sebelumnya sehingga kadar poin pentingnya begitu kurang terasa.(Hafid/RN. Bayu Aji)