Belajar Batik Majapahit di Lab Pendidikan Sejarah Unesa


Surabaya – Batik telah diakui sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Menurut JLA Brandes, batik merupakan salah satu dari sepuluh ketrampilan yang dikuasai bangsa Indonesia sebelum menerima pengaruh budaya luar. Sejalan dengan hal tersebut, beragam motif batik pun tersebar di seluruh Nusantara. Salah satu di antara beragamnya motif-motif batik tersebut adalah batik Majapahit.

Melalui semangat untuk terus memelajari sejarah batik dan melestarikan budaya bangsa, Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan pelatihan batik majapahit bagi guru-guru seni tingat sekolah menengah pertama se-Surabaya, Sabtu-Minggu (7-8/10/16) di Laboraturium Pendidikan Sejarah Unesa.

“Motif-motif batik Nusantara seperti motif batik Majapahit merupakan wujud kreasi seni yang penuh dengan kearifan lokal, penuh nilai filosofis dan makna simbolis sebagai wujud keanekaragaman budaya bangsa. Batik Majapahit merupakan hasil penelusuran kembali kekayaan seni ornament yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia,” kata Hanan Pamungkas selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah dalam pelatihan.

Proses membatik, lanjut Hanan Pamungkas, merupakan kegiatan yang identik dengan kesabaran dan ketelatenan. Kemampuan ini harus tetap dilestarikan dari generasi ke generasi. Hal ini juga bisa menjadi modal bangsa yang adi luhung serta inspirasi bagi pengembangan industri kreatif di negeri ini.

“Oleh sebab itu, pelatihan membatik bagi guru-guru ini diharapkan bisa menjadi salah satu jalan transfer of knowledge dalam hal memelajari sejarah batik motif Majapahit dan bagaiamana cara yang tepat untuk mewariskannya. Guru merupakan garda depan dalam proses pelestarian budaya bangsa karena berhadapan secara langsung dengan siswa-siswa sebagai pewaris generasi bangsa dan negeri ini,” ujarnya. (Eko SH/RN Bayu Aji)